Ulama Dan Jawara Banten Pecahkan Rekor MURI Pada Acara Tapak Karuhun Banten

oleh
Ulama Dan Jawara Banten Pecahkan Rekor MURI Pada Acara Tapak Karuhun Banten
Ulama Dan Jawara Banten Pecahkan Rekor MURI Pada Acara Tapak Karuhun Banten

Pada zaman Sultan Ageng Tirtayasa (1651—1692) Debus menjadi sebuah alat untuk memompa semangat juang rakyat banten melawan penjajah Belanda pada masa itu. Pada masa sekarang Debus sebagai seni beladiri yang banyak dipertontonkan untuk acara kebudayaan ataupun upacara adat.

Ulama Dan Jawara Banten Pecahkan Rekor MURI Pada Acara Tapak Karuhun Banten
Ulama Dan Jawara Banten Pecahkan Rekor MURI Pada Acara Tapak Karuhun Banten

Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Serang, Hafidzi , menjelaskan kepada awak media, “Tapak Karuhun Banten” merupakan kegiatan silaturahmi antara ulama dan jawara Banten. ditampilkan pencak silat dan debus dan Kegiatan yang baru pertama kali digelar ini bertujuan untuk melestarikan kebudayaan tradisional dan meningkatkan dunia pariwisata.

Gubernur Banten Wahidin Halim (kanan) menyerahkan miniatur golok Ciomas kepada koordinator Museum Rekor Indonesia (MURI) Sugi Raharjo (kiri) saat Pertunjukan Debus Terbanyak di Alun-alun Serang, Banten, Minggu (19/11). MURI mencatat atraksi debus yang diikuti 3 ribu peserta itu merupakan rekor atraksi debus terbanyak. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/ama/17
Gubernur Banten Wahidin Halim (kanan) menyerahkan miniatur golok Ciomas kepada koordinator Museum Rekor Indonesia (MURI) Sugi Raharjo (kiri) saat Pertunjukan Debus Terbanyak di Alun-alun Serang, Banten, Minggu (19/11). MURI mencatat atraksi debus yang diikuti 3 ribu peserta itu merupakan rekor atraksi debus terbanyak. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/ama/17

“Pendekar harus mengikuti perkembangan zaman. Ilmu pengetahuan juga mereka harus tetap belajar, Ini kebangkitan baru dunia persilatan dan debus di Banten, bagaimana tembus di dunia internasional,

Tak hanya para jawara, para ulama pun ikut berkumpul di Alun-alun Barat Kota Serang. ulama dan jawara Banten ikut serta merebut kemerdekaan bangsa Indonesia.

“Kalau saya ke Belanda, orang kenal Banten itu dengan pendekar dan ulamanya,” ungkap Wahidin Halim (WH), Gubernur Banten.