SDN Jeruk Tipis 1 Butuh Perhatian Pemerintah

oleh
SDN Jeruk Tipis 1 Butuh Perhatian Pemerintah
SDN Jeruk Tipis 1 Butuh Perhatian Pemerintah

KAB.SERANG,  SDN Jeruk Tipis 1 Dan SDN Jeruk Tipis 3 Berada Di Satu lingkungan sekolah, walau tidak begitu luas lahan sekolahnya ternyata ada dua Sekolah Dasar. Yakni, SDN Jeruk Tipis 1 “sebagai sekolah induk” dan SDN Jeruk Tipis 3 sekolah pemekarannya. Kedua SDN yang berada di Kp. Cikopyah Ds. Tegalmaja, Kragilan, Serang, Banten ini satu halaman dan bangunan sekolah berbentuk huruf U dilihat dari jalan.

Menurut Eti (Bendahara Komite SDN Jeruk Tipis 1) “Jika boleh saya ceritakan, SDN Jeruk Tipis 1 ini sepertinya kurang mendapat perhatian dibanding dengan SDN Jeruk Tipis 3, padahal kedua sekolah ini halaman dan gedung sekolahnya menyatu tetapi fasilitasnya jauh berbeda,” ungkapnya. Senin (11/12/2017),

“Halaman sekolah, ruang kelas, ruang guru dan ruang Kepala Sekolah, meubeler, perpustakaan dan lainnya di SDN Jeruk Tipis 3 punya dan jauh lebih bagus dibanding SDN Jeruk Tipis 1. Padahal SDN Jeruk Tipis 1 adalah sekolah induk. Kami sebagai komite, baru ada (dibentuk-red) setelah Kepala sekolah Sutarti, S.Pd. Melihat kondisi tersebut kami merasa tertantang untuk berbuat yang terbaik untuk SDN Jeruk Tipis 1,” tandas Eti.

Eti menambahkan, “Terus terang saja kami ingin berbuat agar sekolah ini lebih baik, minimal bisa mengikuti SDN sebelah. Termotivasi dengan situasi kurangnya perhatian terhadap sekolah ini.”

“Bayangkan saja ketika musim hujan, banjir dan becek. Sementara SDN Jeruk Tipis 3 halaman sekolahnya sudah pakai konblok, ketika anak main di becek melihatnya kasihan. Oleh sebab itu, atas kebijakan komite mengupayakan agar halaman sekolah tidak banjir dan becek,” lanjutnya.

“Kami mengupayakan 300 meter halaman sekolah di-konblock dan saluran air diperbaiki. Semuanya kami yang melakukannya atas rasa peduli terhadap sekolah,” terangnya.

Sementara itu, Sutarti, S.Pd, Kepala Sekolah SDN Jeruk Tipis 1 ketika ditemui di ruangannya pada Senin (11/12/2017) kepada media mengakui, “Pemasangan paving block di halaman sekolahnya murni bantuan Komite sekolah tanpa melibatkan bantuan pihak lain. Termasuk orang tua murid, karena mereka prihatin kondisi sekolah,” akunya.

”Kami berterimakasih kepada komite sekolah ini, atas rasa pedulinya terhadap sekolah, mudah-mudahan ke depan lebih banyak lagi berbuat untuk kemajuan sekolah ini,” harap k Sutarti.

Diakui Kepala Sekolah bahwa sekolah SD Jeruk Tipis I mempunyai murid sejumlah 143 orang, 1 Kepsek, 4 Guru, ASN, 6 guru honorer, 1 Operator sekolah dan ditambah 1 orang penjaga sekolah.

Sekolah Jeruk Tipis I membutuhkan 2 ruang kelas. Karena sampai hari ini ruang untuk kegiatan belajar mengajar hanya bisa dipakai empat (4) lokal. Sementara dua kelas lainnya harus masuk siang.

Ruang Kepala Sekolah menyatu dengan ruang Guru. Kemudian sekolahnya belum mempunyai gedung perpustakaan. Kondisi beberapa lokal sekolah sudah memprihatinkan untuk segera mendapat rehab atau renovasi, beberapa pintu sekolahnya sudah rusak, kamar mandi/toilet kondisinya juga butuh perbaikan.

Sutarti berharap menjalani karirnya MPP (Masa Persiapan Pansiun) dirinya berkeinginan meninggalkan kesan dan kenangan indah. Sutarti mengusulkan sekolah menambahkan dua ruang lokal kelas. Kemudian ditambah dengan ruang perpustakaan dan ruang kepala sekolah yang seharusnya terpisah dengan ruang guru. Beliau berharap kepada dinas terkait untuk merealisasikan keinginan tersebut, dan untuk bangunan sekolah sebaiknya ditingkat, karena sekolah tidak memiliki lahan.

Sutarti, S.Pd, Kepsek SDN Jeruk Tipis 1, Kragilan, Serang-Banten.
Sutarti, S.Pd, Kepsek SDN Jeruk Tipis 1, Kragilan, Serang-Banten. Foto : Anteronews.com

”Saya berharap di penghujung masa bhakti saya ini pemerintah atau pihak terkait lainnya, memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana sekolah ini, berhubung tidak punya lahan. Ya, bangunannya ditingkat saja seperti sekolah lainnya yang sudah ada di Kabupaten Serang ini,” tandas Sutarti.

Sejujurnya kata Kepsek senior ini, “Saya merasa puas dalam masa pengabdian dan merasa tenang menjalani hidup Purna Bhakti jika harapan untuk meningkatkan sarana prasarana di sekolah ini terpenuhi. Saya berharap pada masa pansiun nanti atau meninggalkan tugas dan tanggung jawab di sekolah ini kondisinya sudah bagus sesuai harapan,” pungkasnya. (Red/Tim)

Tinggalkan Balasan