Perselingkuhan Di Media Sosial Dominasi Kasus Perceraian di Serang

oleh
Perselingkuhan Di Media Sosial Dominasi Kasus Perceraian di Serang
Perselingkuhan Di Media Sosial Dominasi Kasus Perceraian di Serang

Perselingkuhan Di Media Sosial Dominasi Kasus Perceraian di Serang. Perselingkuhan merupakan salah satu penyebab umum dari perceraian. Satu hal yang perlu diingat adalah bahwa perceraian bukan merupakan satu-satunya solusi dalam menghadapi masalah tersebut.

Baca : Status di Facebook Mencerminkan Kepribadian Seseorang

Sebelum memutuskan untuk bercerai, coba kaji bersama secara jujur mengenai hal-hal apa yang memicu perselingkuhan tersebut. Perselingkuhan bisa jadi merupakan akibat dari permasalahan-permasalahan lain yang ada dalam biduk rumah tangga.

Baca : Cara Mendekati Wanita Cantik Untuk Di Jadikan Pacar

Tahun 2017 mungkin tahun yang paling ‘hangat’ soal perselingkuhan. Berbagai cerita dan postingan tentang suami yang “bermain api” di belakang sang istri sudah sering menjadi konsumsi publik. Hal ini bukan lain karena para korban menggungah apa yang mereka alami ke media sosial. Entah karena pengen menjadikan apa yang mereka alami sebagai pelajaran bagi masyarakat, pengen memberikan sanksi sosial pada sang suami dan selingkuhan, atau sekadar pengen mendapat dukungan. Cerita-cerita tentang pelakor (perebut laki orang) sukses menjadi salah satu perbincangan populer tahun ini.

Banyak sekali pelajaran yang bisa kita ambil. Mulai dari siapa yang harus disalahkan dalam perselingkuhan hingga batasan antara privasi yang disimpan dengan yang bisa dijadikan konsumsi publik
Bagian informasi Pengadilan Agama Serang menjelaskan, cukup menyayangkan naiknya grafik kasus perceraian di tahun 2017 yang hampir menyampai 100% di banding tahun 2016.

Baca : Kenali Ciri-Ciri Berita Hoax, Kamu Harus Tahu

Perselingkuhan Di Media Sosial Dominasi Kasus Perceraian

Selain karena faktor ekonomi, didominasi kasus lainnya seperti perselingkuhan via media sosial.

“Kami sangat menyayangkan meningkatnya kasus perceraian yang naik hampir 100% di tahun 2017 dibanding tahun 2016, dan penyebab kasus perceraian selain faktor ekonomi di dominasi perselingkuhan via media sosial, dan dominan pasangan muda,” ujarnya.

Media sosial seperti Facebook, Instagram, dan lain-lain merupakan suatu akses memudahkan publik dalam menjangkau pertemanan yang luas di dunia maya, namun sebagai publik di era digital seperti saat ini, kita pun harus bijak menggunakan agar tidak mudah terpengaruh dan dapat menyikapi hal hal positif yang membangun serta meninggalkan jika ada hal hal negatif yang berdampak tak elok ke depannya. (red)

Tinggalkan Balasan