Merasa Di Tipu, Suryati Warga Ciwaktu Sumur Pecung Laporkan SH Ke Polisi

oleh

KOTA SERANG. Suryati (59) Warga Link Ciwaktu Lor Kelurahan Sumur Pecung Kota Serang, didampingi pengacaranya Ade Sugiri, melaporkan seseorang berinisial SM terkait kasus dugaan penipuan yang dilakukan SM warga Kampung Kemayungan Desa Suka Maju Kecamatan Pontang. (26/09/17)

Suryati merasa tertipu oleh SM (terlapor) dalam transaksi jual beli tanah pada bulan Maret 2012, pada saat itu SM menawarkan sebidang tanah dan empang seluas satu hektar kepada Suryati dengan nilai pembayaran Rp. 180 juta.

Saat itu SM menjajikan akan membuatkan akta jual beli namun sampai dengan sekarang akta jual beli tidak di buatkan dan di ketahui tanah tersebut milik orang lain.

Di mana Suryati (Korban) sudah membayar Rp. 150 juta, atas kejadian tersebut suryati mengalami kerugian sebesar Rp. 150 juta, dan melaporkan kejadian tersebut ke kantor kepolisian Resort Serang.

Saat awak media Anteronews.com menemui suryati ia mengungkapkan “uang yang sudah diberikan kepada SM Rp.170 juta, sisanya Rp.10 juta akan tetapi surat Akta Juwal Beli (AJB) tidak juga di buatkan, setelah di telusuri diketaui bahwa tanah tersebut bukan milik SM melainkan milik PT Arimbi.

Ahirnya uang tersebut di minta kembali oleh Suryati untuk membatalkan perjanjian, akan tetapi SH mengatakan uang yang saya terima hanya Rp.150 juta, dibuatlah pernyataan bahwa uang Rp. 150 juta dititipkan orang yang bertangung jawab yakni anak dari SH yang notebene kepala desa sukajaya”, ungkapnya.

Di tambahkan lagi saat Suryati bersama Ade Sugiri (Pengacara) mendatangi SH untuk meminta penjelasan terjadi adu argumen dan kades tersebut mengatakan silahkan laporkan  kepengacara yang handal saya tidak takut” ungkap suryati menjelaskan kepada awak media.

laporannya sampai saat ini masih dilakukan penyelidikan kepolisian, “saya berharap masalah ini segera selesai dan tidak berlarut larut, saya butuh uang untuk biaya berobat” tandasnya.( Njr,,,Hsn,)