Gubernur Banten Hadiri Musrenbangreg 2018 se Jawa-Bali

oleh
Gubernur Banten Hadiri Musrenbangreg 2018 se Jawa-Bali

Gubernur Banten Wahidin Halim menghadiri pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembagunan Regional (Musrenbangreg) 2018 se Jawa-Bali di Hyatt Regency Hotel- Yogyakarta, Rabu,(17/10/2018).

Gubernur Banten mengatakan mengenai hubungan antara sekolah dengan Industri ,Banten masih banyak pengganguranya yang ironisnya pengangguran tersebut sebagian besar berasal dari lulusan SMK,padahal sekolah rujukan untuk menyiapkan tenaga kerja.

Ini kendalanya karena instruktur/tenaga pengajar yang ada tidak mempunyai kompetensi ,untuk itu, saya akan membenahi bagaiman agar lulusan-lulusan SMK di Banten ini, bisa siap pakai dalam dunia kerja,Pendidikakan di Banten menjadi Prioritas.

Ada 14 ribu industri di Banten dan mereka mulai beralih ke jawa tengah dengan upah yang lebih murah,tentunya ini akan mengakibatkan peningkatkan pengangguran di Banten ,untuk itu kita akan mengembangkan model-model pendidikan yang ketika mereka sudah lulus sekolah tidak lagi menganggur,ini yang sedang kita rintis,Ujar Gubernur.

Dalam Pelaksanaan Musrenbangreg 2018 Gubernur Se Jawa Bali menghasilkan rumusan strategis untuk menghadapi revolusi Industri dan sebagai langkah konkrit menyiapkan kualitas Sumber daya manusia yang akan disampaikan kepada pemerintah pusat,yaitu :

1. Mengintegrasikan kebijakan antar lini pemerintah dalam mendukung implementasi making Indonesia 4.0 terutama terkait perindustrian,ketenagakerjaan dan teknologi informasi dan sector sector terkait dalam mengantisipasi perubahan ketenagakerjaan dan kondisi perekonomian Indonesia di masa yang akan datang.

2. Mengoptimalkan lima Sektor Manufaktur Making Indonesia 4.0 dan sector lain sesuai dengan potensi daerah untuk menyerap angkatan kerja produktif.

3. Meningkatkan kompetensi sumber daya manusia sesuai standard kerangka kualitas Nasional Indonesia.

4. Meningkatkan literitas keuangan petani/nelayan dan pelaku UKM dengan mempermudah akses dana/modal dan sarana prasarana teknologo informasi untuk mengembangkan pasar,memperluas jaringan dan meningkatkan daya saing produk-produk local.

5. Memperkuat keberadaan kelembagaan ekonomi melalui peningkatan peran masjid,pesantren dan tempat ibadah lainya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi umat.

6. Menyempurnakan kurikulum pendidikan yang adaptif serta merevitalisasi sekolah menengah dan vokasi sesuai dengan potensi kebutuhan pasar melalalui kolaborasi anatara pemerintah dan industry.

7. Membentuk ekosistem inovasi digital dan mengembangkan inkubasi bisnis/technopark yang ada di setiap daerah yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan dengan membentuk dan menumbuhkembangkan start up/creative hub dan menjadikan perguruan tinggi sebagai center of excellence innovation.

Tinggalkan Balasan